Teknik Seni Lukis yang Paling Sering Digunakan Seniman

Melukis bukan saja tentang bakat, namun juga kreatifitas dan ilusi yang tinggi. Oleh karena itu pula, seni lukis membutuhkan teknik tertentu supaya mendapatkan karya seni bernilai estetik dan menarik. Kanvas dan kuas saja tidak cukup untuk menghasilkan karya yang maksimal, sebab semuanya membutuhkan teknik Togel.

Dengan begitu, melukis sebenarnya tidak hanya serta merta menggoreskan pewarna pada kanvas tanpa arah atau aturan. Tanpa adanya teknik, lukisan akan tampak seperti amatiran dan tidak tentu arah yang jelas. Seorang pelukis bisa menggunakan lebih dari satu teknik untuk membuat sebuah objek lukisan.

Teknik-Teknik Seni Lukis

Tentu saja seni lukis manual berbeda dengan lukisan digital. Secara fisik, ia membutuhkan kuas, pewarna, kanvas, dan lainnya sebagai media menggambar. Namun, tidak serta merta sekedar melukis tanpa ide dan teknik. Sebab teknik sendiri menentukan kualitas dan karakteristik lukisan.

Berikut adalah beberapa teknik seni lukis:

  1. Teknik plakat

Adalah teknik melukis dengan cara memberikan pewarna secara maksimal, sehingga menimbulkan kesan tebal dan mencolok. Pewarna yang digunakan bisa berupa cat minyak, cat air, hingga cat akrilik. Seringkali pewarna tersebut tidak membutuhkan banyak campuran air supaya tetap kental dan menimbulkan efek berani.

Banyak seniman lukis yang menggunakan teknik ini untuk menggambar berbagai jenis objek seperti pemandangan hingga benda mati tertentu. Beberapa aliran lukisan pula menggunakan teknik plakat seperti impesionisme, naturalism, hingga surealisme.

  • Teknik aquarelle

Merupakan teknik lukis yang menggunakan aquarrel sebagai medianya serta cat air. Ciri khasnya sangat mudah dikenal yaitu teksturnya yang halus dengan warna yang begitu tipis dan bahkan tampak transparan. Tentu saja pewarna yang digunakan dibuat lebih encer dengan tambahan lebih banyak air atau minyak.

Selain itu juga menggunakan cat yang berkualitas tinggi agar bisa menempel pada medianya serta bisa menghasilkan karya lukisan yang menawan. Tak heran jika beberapa seniman lebih memilih jenis kuas sesuai dengan kebutuhan seperti halnya berukuran kecil.

  • Teknik spray

Spray adalah teknik melukis dengan cara menyemprotkan cat air atau cat minyak pada media menggambar. Hal itu bertujuan untuk menghasilkan tekstur yang halus serta terkesan lebih nyata. Teknik ini memang terbilang relatif mudah, sehingga banyak orang bisa melakukannya bahkan bagi pemula.

Banyak media yang cocok untuk teknik jenis ini misalnya tembok, kanvas, kayu, dan masih banyak lagi. Anda bisa menemukan contoh lukisan yang menggunakan teknik ini seperti graffiti, pewarnaan pada badan motor maupun mobil.

Teknik ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah proses pengerjaannya lebih cepat, bahkan untuk objek dan media yang sangat besar sekalipun, lebih hemat pewarna mengingat kebanyakan membutuhkan cat yang encer, dan tentu mudah diaplikasikan.  

  • Teknik pointilis

Merupakan teknik yang cenderung rumit, sehingga membutuhkan kesabaran dan keahlian khusus. Pasalnya, seniman lukis harus membuat semacam sketsa berupa titik titik tertentu pada kanvas hingga membentuk suatu objek. Tentu saja membutuhkan banyak sekali titik bahkan mencapai ribuan untuk menghasilkan satu objek lukisan.

Warna yang digunakan adalah warna pokok dan umumnya bersifat monokrom. Beberapa juga menambahkan unsur garis tipis supaya hasilnya tampak lebih nyata dan alami. Teknik ini sebenarnya sudah berkembang cukup lama yaitu sejak tahun 1800-an. Tak banyak pelukis yang menggunakan teknik ini mengingat caranya yang cukup rumit dan membutuhkan banyak waktu.

  • Teknik tempera

Teknik yang satu ini pernah mengalami kemajuan yang pesat pada masanya itu sekitar abad 13 hingga 16 Masehi di Eropa. Teknik tempera dicetuskan oleh seniman tersohor yaitu Duccio dan Simon Marthini hingga akhirnya menjadi teknik primadona pada masanya. Sayangnya, seiring dengan kemajuan teknologi tak banyak seniman yang menggunakannya.

Tidak seperti seni lukis pada umumnya, teknik ini menggunakan kayu maupun tembok sebagai pengganti kanvas. Kuning telur menjadi media perekatnya, sehingga hasil lukisan tampak alami serta tetap kuat  dan tidak mudah luntur, meskipun usianya sangat tua dan lama.

Selain kelima teknik di atas, juga ada tiga teknik khusus untuk membuat lukisan menggunakan cat minyak. Mengingat cat yang satu ini sifatnya lebih encer dan tampak mengkilap jika digunakan. Berikut adalah penjelasannya:

  1. Teknik basah

Seperti halnya teknik aquarrel, teknik basah menggunakan pewarna yang sangat encer. Cat yang digunakan biasanya dicampur dengan minyak cat untuk mencairkannya baru kemudian digoreskan pada kanvas. Pelukis biasanya sering menggunakan kuas berukuran reatif kecil, namun memanjang.

Hal itu bertujuan supaya cat tersebut menempel dengan kuat pada kanvas. Tak hanya itu, hasil lukisannya akan tampak lebih bersih, rapi, ringan, dan alami. Hanya saja objek lukisan tidak tampak detail dan jelas. Demikianlah, teknik ini lebih cocok untuk lukisan beraliran kubisme dan surealisme.

  • Teknik kering

Tentu saja teknik yang satu ini kebalikan dari teknik basah. Pelukis menggunakan pewarna dengan tingkat kekentalan yang tinggi, tak heran jika banyak diantara mereka lebih suka menggunakan cat baru untuk melukis. Selain itu juga tidak membutuhkan campuran cat minyak untuk menjaga kekentalannya.

Teknik kering bisa saja dilakukan menggunakan kuas dengan berbagai ukuran, tergantung kebutuhan. Hal itu membuat hasil lukisan tampak tebal, kuat, dan objeknya bergitu detail. Meskipun begitu, juga mudah dihapus jika terjadi kesalahan warna, sebab pelukis hanya butuh menumpuk warna baru di atas warna yang salah.

Teknik ini lebih cocok dengan lukisan beraliran impresionisme, naturalisme, surealisme, dan realism. Mengingat beberapa aliran tersebut sering menekankan detail objek yang digambar dengan warna.

  • Teknik campuran

Merupakan paduan antara teknik basah dan kering. Umumnya pelukis mengaplikasikan teknik kering terlebih dahulu untuk membuat backround atau membuat gambar blok. Kemudian baru bisa menggunakan teknik basah menyempurnakan lukisan. Jadi, dengan teknik ini, proses pewarnaan bisa lebih cepat.

Teknik campuran ini cocok untuk berbagai jenis aliran seni lukis mulai dari naturalisme, realisme, hingga abstrak. Hanya saja pelukis membutuhkan ketelitian untuk melakukannya supaya tekstur lebih merata dan terjaga gelap terangnya. Tentu saja sebelum mulai menggoreskan tinta, mereka sudah menyiapkan konsep matang supaya tidak banyak keliru.